...untuk teman-teman terkasih, bapak ibu dosen, kakak-kakak senior, saudara-saudaraku yang lebih berpengalaman, dan pastinya untuk Papa Mama yang sangat sangat aku cintai..
Tampilkan postingan dengan label bandara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2011

2012 YANG DINANTI-NANTIKAN

Pada tahun 2012 nanti, akan ada banyak sekali fenomena-fenomena besar. Pasti terlintas di benak teman-teman “akhir dunia”. Tapi tunggu dulu, di tahun 2012 bukanlah merupakan akhir dunia (ini menurut saya, hehehe!)

Bukan teman-teman saja, bahkan hampir seluruh orang di dunia beranggapan bahwa pada tahun itu adalah akhir dunia. Tapi bagi Angkasa Pura II, akan ada kehidupan baru di tahun itu. Penasaran?? Let’s see more.

Pernahkah kalian mendengar “Kuala Namu” ? Tebakan saya sangat salah jika kata itu merupakan kata baru bagi anda semua. Ya, tepat sekali! Kuala Namu adalah sebuah bandara baru di Indonesia, dari Indonesia, oleh Indonesia dan untuk Indonesia dan dunia. Bandara ini berlokasi di Deli Serdang, Sumatra Utara, dan ditargetkan akan mengganti bandara Polonia.

Lalu, apa hubungannya dengan tahun 2012? Nah, pada tahun itulah bandara ini siap untuk beroperasi. Terlebih terminal kargo pun juga akan siap beroperasi seiring penyelesaian bandara secara utuh. Bandara ini merupakan bandara pertama di Indonesia yang menyediakan akses kereta api bandara dan city check in. City check in maksudnya penumpang dapat melakukan kegiatan check-in di downtown (kota) yang telah disediakan fasilitas check-in bagi calon penumpang. Selain itu, akses kereta api bandara juga mempermudah mobilisasi penumpang menuju bandara tanpa perlu menghabiskan waktu yang lama. Inilah bandara yang benar-benar memanfaatkan moda transportasi lain.

Kuala Namu berdiri di atas lahan lebih dari 12.000 meter persegi, terdiri dari terminal kargo, area gudang, area perkantoran, area parkir (6.000 m²), runway, appron, terminal penumpang, dan lain-lain yang mendukung kegiatan operasi bandara. Kapasitas bandara ini yaitu 7-10 juta penumpang tiap tahunnya, dan katanya nih, akan di”upgrade” sehingga mampu menampung 25 juta penumpang per tahun. Selain penumpang, Kuala Namu juga mampu menampung pesawat 10.000 tiap tahunnya. Sungguh bandara yang menakjubkan, bukan?

Dengan adanya bandara ini, sangat diharapkan timbulnya suatu perkembangan yang signifikan bagi negara ini. Transportasi yang lancar akan memacu perkembangan ekonomi negara ini menjdai lebih baik.

Kamis, 19 Mei 2011

Ayo.. Jangan Mau Kalah, Indonesia!

Hari Rabu lalu tepatnya tanggal 18 Mei, saya mengikuti Seminar Kebandarudaraan dan Aksesibilitas Bandara oleh pembicara yang sangat ahli dalam bidangnya. Saya tertarik saat sesi pertama yang disitu dibahas tentang kebandarudaraan pada masa mendatang.

Pada sesi pertama dibahas tentang pengembangan bandara-bandara di Indonesia khususnya bandara yang ada didalam naungan Angkasa Pura II yaitu bandara-bandara di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Ada satu nama bandara yang membuat saya tertarik yaitu bandara Kualanamu di Sumatra Utara. Bandara tersebut merupakan suatu bandara baru yang dilengkapi dengan design futuristik. Saat ini, setiap bandara akan diubah dari konsep awal yaitu tempat persinggahan penumpang, menjadi suatu tempat yang sarat bisnis dan tempat yang nyaman bagi para penumpang ataupun pengunjung bandara.

Di dunia sudah ada beberapa bandara yang memang dibangun sebagai comfortable place untuksemua orang baik itu penumpang atau orang yang sengaja datang berkunjung ke bandara untuk menikmati hiburan yang tersedia disana.

Suatu lembaga survey konsumen yaitu Skytrax membuat penghargaan terhadap sepuluh bandara internasional di dunia atas kenyamanan dan kebersihannya. Inilah daftar 10 bandara tersebut :

  1. Changi International Airport

Bandara yang terletak di kota Singapura menduduki peringkat pertama dalam penghargaan ini. Setiap tahunnya ada 37.2 juta penumpang yang ada di bandara, dan Changi melayani penumpang lebih dari 200 tujuan dari 90 lebih maskapai penerbangan internasional. Changi juga menangani sekitar 5.000 kedatangan dan keberangkatan setiap pekan.

  1. Bandara Incheon

Peringkat kedua jatuh pada Korea Selatan. Bandara yang terletak di kota Seoul ini, mendapat penghargaan atas kenyamanan terbaik, keamanan terbaik, kebersihan terbaik dan toilet terbaik. Melayani 18.7 juta penumpang tiap tahunnya. Uniknya bandara ini juga mempunyai museum kebudayaan didalamnya.

  1. Bandara Internasional Hong Kong

Bandara yang tahun lalu menduduki peringkat kedua tetap eksis dalam menjaga prestasinya. Bandara ini mendapat penghargaan best airport dining dan best airport toilet, serta memiliki lapangan golf (sembilan lubang) yang tersedia free bagi penumpang sambil menunggu waktu untuk boarding. Jumlah penumpang per tahun = 45.5 juta.

  1. Bandara Munich

Bandara kedua tersibuk di Jerman ini dibangun dengan landscape dalam kota dan dilengkapi langit-langit terbuat dari kaca sehingga menambah kesan luas. penghargaan yang didapat ialah best transit airport, best airport dinning, dan Europe staff services exellence. Bandara ini melayani penumpang tiap tahunnya 32.7 juta penumpang.

  1. Bandara Kuala Lumpur

Negara tetangga kita ini patut kita contoh. Bandara ini mendapat penghargaan Asean staff services excellence. Waw..selain itu, bandara ini mampu melayani 29.7 juta penumpang tiap tahunnya. Ayo Indonesai, jangan mau kalah! J

  1. Bandara Zurich

Bandara yang ada di negara Swiss ini mendapat penghargaan best baggage delivery. Bandara ini meayani penumpang per tahunnya 12.3 juta penumpang.

  1. Bandara Schiphol

Bandara Schiphol di Amsterdam, Belanda, dibuka pada 1916 sebagai lapangan terbang militer, dan sekarang telah berubah menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia. Sambil menunggu keberangkatan, wisatawan bisa menikmati pijat dan bermain poker di tempat kasino.

  1. Bandara Beijing

Bandara Beijing merupakan bandara tersibuk di Asia dan dapat menampung hingga 78 juta penumpang per tahun. Bangunan tertinggi, terminal 3, memiliki atap yang dicat merah, warna keberuntungan China.

  1. Bandara Internasional Auckland

Bandara Auckland, Selandia Baru, menyediakan lebih dari 20 maskapai internasional, dan melayani 45 penerbangan take off per jam. Aukland menyediakan ribuan lapangan kerja melalui pelabuhan kargo terbesar kedua di negara itu.

  1. Bandara Suvarnabhumi

Suvarnabhumi dirancang oleh arsitek Murphy/Jahn dan dibuka pada September 2006. Bandara ini siap melayani 74 penerbangan per jam dan 45 juta penumpang dan tiga ton kargo per tahun. Terdapat 600 kamar hotel yang terletak di depan terminal.

Dari beberapa bandara diatas, kira-kira tahun berapa ya bandara Kualanamu ataupun bandara Soekarno-Hatta dapat menduduki peringkat tersebut?

Untuk mewujudkan hal ini, PT. Angkasa Pura II sedang berusaha untuk membuat mimpi kita, masyarakat Indonesia menjadi nyata. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat pun juga sangat mempengaruhi cepat atau lambatnya pembangunan bandara yang sarat akan leisure, kenyamanan, dan pusat bisnis.

Semoga dengan terwujudnya great design ini, memacu kita untuk lebih merawat dan peduli dalam mempertahankan prestasi yang nantinya akan kita capai bersama.

Unik Sekali Bandara Ini..!

Teman, apakah anda pernah membayangkan pesawat udara menumpang take off di jalan raya? Ya, itu hal ini memang ada. Coba kita tengok daya ingat geografi kita. Selat Gibraltar. Masih ingatkah kamu dimana letak selat itu?

Selat Gibraltar merupakan selat yang memisahkan benua Eropa dengan Afrika, tepatnya di negara Spanyo dan Maroko (dengan kota Tangier). Wilayah Gibraltar ini terletak di semenanjung Iberian, yang masih dalam persemakmuran Inggris. Ada sebuah bandara internasional yang terletak persis di ujung semenanjung ini. Uniknya, airport yang termasuk kategori “kelas A” memiliki runway yang berpotongan dengan jalan utama penghubung dataran Spanyol dan Gibraltar itu sendiri. Mungkin kalian akan bingung membayangkan disana ada perempatan yang wah sekali. Nah, ini adalah gambar-gambar yang berhasil saya “curi”.

Menurut sumber yang saya dapat dari wikipedia mengenai bandara ini, dalam sehari ada penutupan jalanan minimal 2 jam karena ada lalu lintas pesawat yang sibuk. Tentunya, mobil-mobil lah yang harus menyesuaikan jam terbang pesawat. Orang-orang penduduk disana sudah terbiasa dengan adanya penutupan jalan selama dua jam bahkan lebih untuk menunggu sepenggal runway aman untuk dilewati.

Setiap tahunnya bandara ini melayani lebih dari 300.000 penumpang baik domestik (sekitar Spanyol), regional, maupun internasional. Bandara ini sungguh memanfaatkan lahan yang terbatas, dan tetap mempertahankan lalu lintas yang teratur.

Kita patut mencontoh manajemen bandara ini. Bukan berarti kita harus memasang jalan raya yang bersilangan dengan runway, tetapi paling tidak kita mencontoh pengaturannya lalu lintasnya, manajemennya, sehingga bandara-bandara di Indonesia pun lebih teratur.

Mereka Yang Di Atas dan Di Bawah Awan

Pembaca yang terhormat, mungkin belakangan ini anda masih tercengan-cengang dengan musibah yang menimpa sektor transportasi khususnya di bidang penerbangan, yang tidak lain adalah Merpati MA 60 yang mengalami crash di teluk Kaimana, Papua. Sungguh merupakan peristiwa yang naas, yang harus kita hadapi dengan tegar.

Saat ini mungkin Merpati lagi ketiban sial. Sangat disayangkan ketika ia (Merpati) “membeli” pesawat baru buatan China, malah harus menelan korban. Merpati pun harus menanggung kerugian beratus-ratus milyar. Tetapi, inilah yang namanya hidup. Ada saatnya kita berada di atas awan, dan ada saatnya juga kita harus mengalah berada di bawah awan.

Nah, berbicara tentang hidup yang terus berputar, salah satu airlines Indonesia yaitu Lion Air sepertinya sedang berada di atas awan. Meskipun berita ini sudah lumayan kadaluarsa, tetapi bagi saya ini sesuatu yang menarik. Mungkin diantara kalian sudah ada yang mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh Lion untuk memperkuat armadanya. Menurut berita yang saya baca di salah satu situs berbau penerbangan, Lion menambah armadanya yaitu dengan pesawat B 737-900ER apalagi dilengkapi dengan Boeing Sky Interior yang fresh dan baru satu-satunya di Indonesia!

Pesawat yang benomor registrasi PK-LHQ ini merupakan pesawat ke 47 milik Lion. Apa sih Sky Interior itu sehingga Lion rela merogoh sakunya? Boeing Sky Interior yaitu dilengkapi dengan desain Pivot Bins baru dengan kapasitas yang lebih besar namun memberikan kesan yang lebih luas. Penataan lampu LED pada langit-langit dan dinding samping memberikan kesan luas, sejuk, dan lapang.

Pencapaian visi dan misi Lion pun sedikit demi sedikit dapat tercapai dengan adanya armada baru ini. Lion berharap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dan sebagai upaya untuk mengutamakan keamanan dan keselamatan penerbangan (flight safety), begitulah yang dikatakan oleh Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air.

Masuknya B 737-900ER di Indonesia ini menandakan kemajuan pesat penerbangan di Indonesia. Semoga, meskipun Merpati sedang membangun kembali kejayaannya dengan susah payah, airlines-airlines yang lain dapat men-cover itu, sehingga penerbangan di Indonesia secara menyeluruh menjadi lebih baik lagi.

Kamis, 31 Maret 2011

SOEKARNO-HATTA MASUK PERINGKAT 10 BESAR (!)

Di dalam hidup ini, kebersihan merupakan hal yang utama. Dimulai dari kebersihan diri sendiri, rumah dan lingkungan tempat tinggal, serta tempat umum. Perilaku masyarakat di suatu tempat dapat diukur dengan melihat kebersihan dari lingkungannya. Tempat-tempat umum seperti taman, jalan raya, halte, stasiun, pelabuhan dan bandara pun harus mengutamakan kebersihan. Karena di tempat umum itulah segala kegiatan masyarakat berlangsung.

Salah satu tempat umum yang sangat vital adalah bandar udara internasional yang merupakan pintu gerbang suatu negara. Bandara merupakan tempat persinggahan mobilisasi penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Indonesia yang merupakan negara berkembang mempunyai warga negara yang aktif melakukan perjalanan ke luar negeri. Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara internasional yang berada di ibukota, Jakarta (tepatnya di Cengkareng). Sudah selayaknyalah suatu bandara internasional mengikuti standar kebersihan yang sesuai dengan standar yang berlaku di dunia, karena orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia pertama kali akan memijakkan kakinya di bandara ini.

Perusahaan pengelola bandara ini sudah sewajarnya mengikuti standar yang berlaku. Kebersihan di bandara ini harus diutamakan, sebab akan menimbulkan kesan “bersih dan nyaman”. Pengaturan limbah pembuangan, pencahayaan, lalu lintas penumpang dan arsitektur serta penataan taman agar sirkulasi udara tetap seimbang merupakan aspek-aspek penting yang harus diperhatikan. Tetapi dalam kenyataannya, bandara Soekarno-Hatta menduduki peringkat ke-10 “bandara paling buruk dan kotor di dunia”. Mulai dari toilet yang berbau tidak sedap dan tidak terawat, ruang tunggu yang “dihiasi” dengan asap rokok dan puntungnya, ventilasi yang kurang sehingga sirkulasi udara dan pencahayaan tidak maksimal, antrian panjang di imigrasi, sudut-sudut terminal yang bedebu, dan kondisi AC yang sangat memprihatinkan menambah penderitaan penumpang yang penerbangannya delay.

Peringkat yang diperoleh ini bukan merupakan suatu kebanggaan, tetapi suatu peringatan bahwa ternyata bandara kita masih jauh dari standar yang berlaku secara global. Angkasa Pura sebagai badan pengelola Soekarno-Hatta mempunyai “PR” yang penting agar di masa berikutnya, bandara ini lolos “10 besar bandara paling baik dan bersih di dunia”.